Konser

Dream Theater Bius Penonton di JogjaRockarta 2017

By on November 28, 2017

Siapa yang nggak kenal band beraliran progresive rock asal Boston, Amerika Serikat ini. Band yang terbentuk dari tahun 1985 ini memang terkenal membuat para penontonnya terkesima dengan skill para personilnya serta jenis-jenis aliran musik yang dibawakan.  Selain itu lagu-lagu yang dibuat oleh band ini selalu memiliki warna musik yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan bandband rock lainnya. Paduan instrumen musik yang lebih banyak ketimbang lirik di setiap lagunya menjadi salah satu ciri khas yang bikin gw jatuh cinta sama band ini dan setia sebagai fansnya hingga kini.

Pada tanggal 29 September 2017 lalu, kota Yogyakarta, tempat gw hidup, mendapatkan kesempatan untuk disambangi oleh band ini .. tentu saja nggak gw lewatin.  Meskipun penonton sempat mengalami kekecewaan karena tempat konser yang dipindah secara mendadak dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono. Promotor dari konser ini yaitu Rajawali Indonesia merasa kecewa karena terdapat protes dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) terkait tempat pelaksanaan konser tersebut meski izin lengkap telah dikantongi. Meski begitu, pihak Dream Theater tetap kooperatif dan nggak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Sebagai pecinta seni, gw sepakat dengan pendapat ahli arkeolog. Demi menjaga Prambanan yang legend, kompromi harus dilakukan.

dream theater formasi lengkap

Tak kurang 15.000 penonton termasuk gw sendiri, datang memadati Stadion Kridosono yang berada di wilayah Kotabaru. Hal ini dikarenakan Dream Theater memiliki basis fans di kota Jogja dan dengan harga tiket yang nggak begitu mahal, yaitu seharga Rp 350.000,- dan Rp 750.000,-  untuk presale. Sementara untuk reguler dipatok dengan harga Rp 450.000,- dan Rp900.000,- membuat antusiasme penonton semakin meningkat. Fans dari luar kota Jogja juga ikut meramaikan konser ini.

Sebelum Dream Theater memulai konsernya, gw udah dapet spot reguler yang nyaman. Band ini memulai 30 menit lebih awal dari jadwal yakni pukul 20.30 dengan membawakan 16 buah lagu. Belum pernah terjadi sepanjang gw menghadiri konser. Lagu dari album tahun 2000-an menjadi pembuka manis sebelum sajian utama berupa satu album penuh Images and Words (1992). James LaBrie dan kawan-kawan sengaja membuat daftar sama untuk konser di Asia dan Australia kali ini sesuai dengan tema Images, Words & Beyond.

Seperti ciri khas konser Dream Theater pada umumnya, para personilnya selalu menunjukkan skill tiap individu. Seperti John Petrucci yang ciamik memetik gitar dengan luar biasa terutama pada beberapa part lagu, seperti Under The Glass Moon dan juga Pull Me Under. Seperti tak mau kalah, gebukan drum Mike Mangini pada saat lagu Ytse Jam begitu luar biasa dan sangat memukau para penonton. Permainan keyboard yang lembut dan sangat ramah di telinga disajikan oleh Jordan Rudes pada saat memainkan lagu Another Day. Tak mau kalah, John Myung juga membalut semua lagu dan mengisi part-part setiap lagu dengan cabikan bassnya.

dream theater jogjakarta 2017

Kejutan yang nggak biasa dilakukan oleh Jordan Rudes. Personil dengan ciri khas kepala plontos dan berjenggot ini membawakan instrumen lagu tembang dolanan anak Gundul-Gundul Pacul dengan keyboard dan menjadi surprise yang menyenangkan, sebelum memulai intro lagu pendek Wait for Sleep, yang membuat penonton bernyanyi bersama. Wah, keren deh!

Seluruh penonton larut dan melebur menikmati konser tersebut, mulai dari muda, tua, pelajar dan para pekerja menyatu dalam buaian permainan band yang terkenal dengan susunan instrumen yang nggak biasa ini. Meskipun penataan panggung nggak se-spektakuler konser-konser Dream Theater biasanya, akan tetapi penambahan efek sinar lampu dan juga asap serta api membuat konser Dream Theater ini menjadi lebih hidup. Jempol buat panitia yang tetap memberikan tata panggung yang heboh.

Secara keseluruhan, gw nggak melihat nggak ada perbedaan mencolok dalam penampilan band yang pernah dua kali konser di Jakarta itu. Namun, gw dan penonton sebenarnya sangat berharap Dream Theater memainkan hit mereka yang terkenal seperti The Spirit Carries On, On the Backs of Angels, Endless Sacrifice, Home dan Lost Not Forgotten di konser kali ini. Entah kenapa, nggak dimasukkan dalam playlist mereka.

After all, dengan dukungan sound system berdaya 120.000 watt, tata lampu yang apik, dan tata panggung yang megah, konser Dream Theater kali ini menurutku layak disebut salah satu konser rock terbaik yang pernah digelar di kota Jogja, kota gw. Dream Theater, you rock!

Continue Reading